Senin, 31 Mei 2010

Webquest - TEFL assignment tuesday 1 pm






AMBARAWA
The Palagan City

Reading-Writing exercise for intermediate English learners.

Author identity: Arfian Nugroho - English Department of Semarang State University

Creating a Brochure Describing a Place or Organizaton

One way that people learn about places, people, or things that they do not know is by reading about them. But what if they don't have time to read a whole book or they just want a quick overview of the subject? Brochure is one of effective media usually used to overview an information about something. Businesses often use brochures to inform, educate, or persuade — quickly. They use a brochure to grab the readers attention and get them interested enough to want to know more.

A brochure for a new convenience store might have a map and list of all the locations around town and a brief description of the types of food products it sells. The brochure for an Animal Shelter may give facts about abandoned animals, pet overpopulation, and the importance of spaying and neutering programs. A travel brochure may show beautiful pictures of exotic places — making you want to visit that city or country.


Task
Create a brochure about Ambarawa tourism. The brochure should give enough information to grab and keep the readers interest from start to finish.
The brochure may cover a broad topic but it shouldn’t contain so much information that it overwhelms the reader. For further information about Ambarawa, you can visit these sites:
http://www.virtualtourist.com/travel/Asia/Indonesia/Ambarawa-1224412/TravelGuide-Ambarawa.html
http://www.internationalsteam.co.uk/ambarawa/museum.htm
http://www.central-java-tourism.com/en/places-candi.php
http://en.wikipedia.org/wiki/Ambarawa
http://www.indonesia-tourism.com/central-java/gedong-songo-temple.html
http://www.flickr.com/photos/kamandanu/4082818567/
conclusion:
The brochure as an informative, educational, or persuasive device must present information in a clear, organized manner. It should give enough information that the reader won’t be left wondering “what’s this really about” but should also be a “quick read” so that the reader doesn’t become bored before reaching the end. Because it doesn’t tell the whole story, it should contain the most important parts of the story. Give the reader the most significant, most interesting facts—the information that will make them want to find out more.

Sabtu, 13 Maret 2010

keanekaragaman

Keanekaragaman Part 1.
Sadari.
Kalau kamu benar menghormati pluralism.
Semesta ini isinya pluralisme semua.
Galaksi Bimasakti itu pluralism.
Tata surya itu pluralism.
Matahari itu pluralism.
Bumi itu pluralism.
Keyakinan bahwa Bumi bulat itu pluralism.
Keyakinan bahwa bumi datar itu pluralism.
Ada tanah, ada air, ada udara, ada batu, ada logam, itu pluralism.
Ada darat, ada laut, ada sungai, ada danau, ada rawa, ada jurang, ada gunung, ada padang pasir, ada goa, itu pluralism.
Ada manusia, ada binatang, ada tumbuhan, ada jin, ada setan, itu pluralism.
Ada hidup, ada mati, itu pluralism.
Ada surga, ada neraka, atau tidak ada keduanya, itu pluralism.
Silakan komentar.
Saya ingin tahu pendapatmu:
Apakah langit benar-benar ada?

Keanekaragaman part 2.
Boleh.
Kalau kamu menghargai pluralism.
Sadari.
Kamu boleh suka Matahari karena matahari membuat bumi ‘hidup’, atau kamu boleh benci matahari karena menghitamkan kulitmu, itu pluralism.
Kamu boleh suka Bintang-bintang malam karena keidahannya, atau kamu boleh benci Mars karena warnanya merah, itu pluralism.
Kamu boleh suka mendaki gunung kerana tantangannya, atau kamu boleh tidak suka karena kamu anggap tak ada gunanya, itu pluralism.
Kamu boleh suka menyelam karena indah terumbu karang, atau kamu boleh benci goa karena kelelawar yang menghuninya, itu pluralism.
Kamu boleh suka tinggal di desa, atau kamu juga boleh suka tinggal di kota, itu pluralism.
Kalau kamu seorang lelaki, kamu boleh menjadi lelaki, atau kamu boleh memutuskan mengganti kelaminmu. Kamu boleh tertarik pada wanita, kamu boleh tertarik sesame lelaki, atau kamu juga boleh bergairah pada keduanya, itu pluralism.
Kamu boleh sekolah karena kamu percaya sekolah baik untukmu, atau kamu boleh tak sekolah karena menurutmu sekolah bukan jaminan masa depanmu, bahkan jika kamu sekolah hanya karena kamu masih malas bekerja dan masih hobi ‘disangoni’ juga boleh, itu pluralism.
Kamu boleh memilih guru, pedagang, pegawai, wirausahawan, politikus, perampok, pembunuh bayaran, pembantu, pelacur, dokter, sopir, dukun, atau apapun sebagai profesimu. itu pluralism.
Kamu Hitam, cantik, pincang, mrongos, montok, bahenol, sehat, penyakitan, keriting, juling, tuli, atletis, bungkuk, gemuk, albino, itu pluralism.
Kamu Suka marah, suka menangis, suka bercanda, suka berkelahi, , suka berbohong, suka menghina, suka menasehati, suka menjilat, suka melamun, suka memfitnah, suka menolong, murah senyum, sok tahu, munafik, alim, rajin, malas, itu pluralism.
Kamu suka sok gaul, sok alim, sok kaya, sok cool, sok tahu, sok professional, sok setia kawan, sok bijak, sok agamis, sok nasionalis, sok cuek, sok normal, sok sakit, atau sok pluralis, terserah.itu pluralism.
Kamu boleh memilih Islam sebagai agamamu karena kamu yakin akan ke-Esa-an Allah dan Dialah yang menciptamu dan seluruh semesta, atau karena menurutmu itu yang paling benar dan yang lain salah, atau karena kamu lahir di tengah keluarga pemeluk Islam, atau karena pacarmu beragama Islam, kamu boleh. Itu pluralism.
Kamu boleh percaya Tuhan ada, kamu juga boleh tidak percaya tuhan tidak ada, itu pluralism.
silahkan komentar.
Saya ingin tahu pendapatmu:
Siapa yang hidup lebih dulu; Adam dan Hawa atau manusia purba?

Keanekaragaman part 3
In my opinion.
Aku bukan seseorang yang menghormati pluralism.
Namun demikian, sebagai bagian dari pluralism di semesta ini, aku boleh memilih untuk menulis tentang pluralism lewat note di facebook meski boleh saja aku memilih untuk menulisnya dalam buku pribadiku, blog-ku, catatan kuliah, membuat selebaran, lewat bulletin, lewat harian, mengungkapkannya secara lisan, tak usah mengungkapkannya sama sekali atau bahkan tak usah memikirkannya sama sekali. Seperti biasa, itu pluralism.
In my opinion.
Jika demikian, semestinya tak ada lagi muncul kata-kata “Ih, apaan sih? Aneh!”.
Semestinya tak ada lagi muncul kata-kata “Ih, nggilani!”.
Semestinya tak ada lagi muncul kata-kata “Ih, njijiki!”.
Semestinya tak ada lagi muncul kata-kata “Wah, ga bener kui. Ayo kita berantas!”.
Singa dapat membunuh rusa. Singa juga dapat membunuh zebra, kelinci, jerapah, kerbau, unta, domba, kanguru, kudanil, badak, musang, babi, ayam, bahkan gajah yang besar. Makhluk cerdas manusia pun bisa saja mati oleh singa. Rusa, zebra, kelinci, jerapah, kerbau, unta, domba, kanguru, kudanil, badak, musang, babi, ayam, gajah, juga manusia boleh saja merasa terancam dengan keberadaan singa. Apalagi jika populasi singa semakin banyak, tentu ancaman itu juga semakin besar. Namun alangkah tidak bijak bila singa harus dimusnahkan meski dengan alasan ‘mengorbankan yang satu daripada kehilangan yang banyak’.
Taufik, seorang temanku mengatakan sesuatu setelah membaca note ‘Keanekaragaman part 2’. Kukenal ia sebagai seseorang yang berkarakter dan selalu optimis akan apapun. Ia mengatakan “Kalau tak ada Kurawa, tak akan ada Pandawa”. Aku kurang sependapat dengannya. Menurutku Pandawa tetap ada walau Kurawa tak pernah ada. Hanya saja mungkin Pandawa tidak menjadi pahlawan dan akan menjadi tokoh yang biasa saja karena tidak berjuang melawan kedhaliman (dalam hal ini Kurawa). Meski kurang sependapat, aku tak menyeretnya ke arah manapun. Aku justru dalam hati berterimakasih karena ia telah membaca note-ku dan memberi komentar seperti yang kuminta lewat sms. Taufik tahu ia tidak salah, aku pun tahu aku tidak salah. Kami hanya berbeda persepsi saja, kami hanya menjalankan peran sebagai bagian dari semesta yang plural.
In my opinion.
Semestinya seseorang tak memberantas sesuatu hanya karena diangap berbahaya.
Semestinya seseorang tak membenci sesuatu karena sesuatu itu bukanlah sesuatu yang ‘Gue Banget’.
Semestinya seseorang tak menyukai sesuatu hanya karena tak menguntungkan.
Tak semestinya seseorang mendekati sesuatu hanya karena menyukainya.
Tak semestinya seseorang menilai sesuatu buruk hanya karena menganggapnya salah.
Tak semestinya seseorang mengikuti sesuatu hanya karena menganggapnya benar.
Tak semestinya seorang hakim menghukum tersangka hanya karena lebih percaya kepada jaksa.
Tak semestinya seseorang menganggap ‘X’ aneh hanya karena seluruh negeri menganggap ‘X’ aneh.
Karena jika apa yang kau tahu salah.
Jika apa yang kau dengar bohong.
Dan jika apa yang kau percaya berkhianat.
Kau hanya punya dirimu.
Namun sekali lagi, semesta menawarkan banyak pilihan.
Pilihan untuk mencintai, pilihan untuk membenci.
Semesta penuh dengan pilihan-pilihan kondisional.
Dan sekali lagi.
Aku bukan seseorang yang menghormati pluralism.
Just ‘In my opinion’.
Terimakasih.
Ngijo, Maret 2019

rumah dara movie

Rumah Dara Menebar Darah
Syareefa Danish
Secara ide cerita, Rumah Dara layak diacungi jempol lantaran film ini mampu mengangkat kisah thriller horor yang berisi adegan-adegan brutal berdarah layaknya Saw atau Texas Chainsaw Massacre di Amrik sana. Sungguh terobosan berani ditengah film-film horor di negeri ini yang jamaknya berkisah hantu berbumbu seks. Film ini akan memuaskan mereka penikmat film-film dengan darah bercucuran dimana-mana.
Namun ditilik dari cara sutradara bercerita maka akan menimbulkan banyak pertanyaan bagi para penonton pada umumnya. Berapa fakta dalam cerita tidak disertai penjelasan apa, siapa, dan mengapa. Mungkin sutradara bermaksud agar penonton dapat menerka dan menyimpulkan sendiri atau untuk alaan yang lain, namun yang saya rasakan, bagian-bagian tanpa penjelasan itu justru terkesan nggrambyang. Beberapa bagian yang tak dijelaskan antara lain:
• Tahun kejadian?
• Jati diri Dara dan keluarganya. Tentang siapa mereka dan mengapa mereka bisa menjadi psikopat. Rasanya akan lebih masuk akal bila ada sedikit penjelasan latar belakang yang menjadikan mereka mampu menghabisi nyawa manusia secara kejam seperti pada film-film ber-genre serupa semisal Saw atau Texas... identitas si penjagal cabul juga samar, apakah ia seorang ahli bedah, penjagal hewan, juru masak, atau cuma orang biasa.
• Dalam film diceritakan bahwa dengan mengkonsumsi bagian tubuh manusia, maka seseorang dapat bertahan hidup lebih lama. Namun sayangnya tak ada penjelasan lebih lanjut mengenai bagian mana dari tubuh manusia yang dapat memperpanjang usia bila dikonsumsi dan kandungan apa dalam bagian tubuh itu yang membuat seseorang bisa panjang umur. Dalam film hanya terdapat visualisasi si penjagal meletakkan irisan berbentuk persagi dalam kotak pengawet. Mungkin bila mau memvisualisasikan adegan si penjagal sedang ‘meng-otopsi’ korban informasinya akan lebih jelas. Akan lebih lengkap lagi bila ada informasi yang menyebutkan bahwa hal itu (mengkonsumsi bagian tubuh dapat memperpanjang usia) adalah bukti penelitian ataukah mitos kepercayaan mereka.
• Organisasi rahasia yang diikuti Dara tidak jelas. Apakah itu merupakan organisasi pembunuh, penjual organ tubuh, organisasi aliran kepercayaan, atau apa? Namun saya agak meragukan kalau Dara dan keluarganya masuk dalam suatu organisasi rahasia karena nyatanya mereka mengerjakan proyeknya sendiri. Kalaupun itu suatu organisasi, nampaknya anggotanya hanyalah Dara dan keluarganya saja. Pemunculan adanya organisasi rahasia dalam video yang secara tak sengaja diputar seorang polisi jadi terkesan memaksakan karena tak sejalan dengan watak dan cara kerja para tokoh.
• Pembeli organ tubuh juga tanpa identitas yang dapat dikenali penonton. Apakah mereka anggota orfganisasi atau bukan. Jika anggota organisasi, mengapa tak ada semacam tanda pengenal/ kode/ sandi yang menandakan mereka adalah anggota dari organisasi tersebut. Jika mereka hanya orang biasa, bagaimana mereka dapat mengetahui informasi mengenai perdagangan organ tubuh? Cara mereka bertransaksi juga nampak terlalu sederhana untuk kategori perdagangan barang berbahaya yang melanggar hukum. Seperti jualan sayur saja.


Selain itu terdapat beberapa hal yang janggal seperti:
• Saya ingin bertanya: mengkonsumsi organ tertentu dari tubuh manusia dapat memperpanjang usia atau menambah kekuatan atau menjadikan sakti? Atau ketiga-tiganya?
• Tentunya akan sangat menyiksa bagi Astrid untuk duduk di lantai setelah melahirkan yang dipaksakan.
• Rasanya pencitraan polisi kurang tepat. Sepertinya polisi tidak seperti itu deh..
Jika boleh menilai akting para pemainnya, secara keseluruhan mereka bermain bagus. Namun saya sangat terganggu dengan akting Daniel. Dia sama sekali ‘ngga cowok banget’. Sebagai seorang pria ia terlalu ‘banyak mulut’, suka menjeri-jerit seperti wanita. Ladia yang diperankan Julie Estelle saja tak se-‘bising’ itu. Jujur saya senang ketika akhirnya Daniel mati. Haha.
Bagi saya, dari awal hingga akhir jalannya cerita kurang mulus karena saya kurang puas dengan bagian-bagian yang ‘janggal’ menurut saya. Sangat berbeda jika dibandingkan ketika saya menonton Pintu Terlarang yang tersusun rapi. Ada dua kemungkinan menurut saya yang menyebabkan cerita menjadi kurang mulus untuk saya nikmati. Proses yang kurang matang atau karena ada bagian-bagian yang terpotong sensor BSF.
Rumah Dara, I do appreciate it!
28-01-2010

aku dan software

Aku dan Software
Suatu ketika aku mendapatkan suatu permasalahan yang harus aku perbaiki. Aku merasakan sistem kesehatanku terganggu. Seluruh badan terasa gerah. Suhu tubuh meningkat, dan kepala terasa berat. Aku juga merasa tak bergairah, bahkan langkahku terasa tak bertenaga.
Aku pergi menghadap dan bertanya kepada Tuhan ada apa dengan aku. Tuhan menjawab bahwa ini normal pada masa-masa tertentu dalam kehidupanku. Lalu aku bertanya lagi apa yang harus aku lakukan untuk melewatinya? Ia memberiku sebuah software dan berkata “ini adalah software yang bisa membantumu. Bila kamu ingin Software ini bekerja dengan baik maka kamu harus terlebih dahulu memasukkan password yang tepat”.
“Apa password-nya?”, aku bertanya lagi. Tuhan menjawab,”Aku tak mungkin memberi tahumu password-nya. namun aku akan berikan satu petunjuk. Password-nya adalah sebuah kata yang berkaitan dengan kesehatan, apa yang menjaga dan memulihkan stabilitas kesehatanmu”.
Sesampainya di rumah, aku membuka software itu kemudian muncul kotak dialog yang di dalamnya terdapat tulisan berbunyi ‘Please enter password to run this program’. Di bawah tulisan itu terdapat sebuah kotak kecil kosong yang di bawahnya terdapat dua kotak kecil lagi yang saling berdampingan dengan tulisan berbunyi ‘continue’ dan ‘cancel’ di tiap-tiap kotak itu.
Aku mulai memikirkan kira-kira password apa yang paling tepat. Aku teringat petunjuk Tuhan yang mengatakan bahwa password-nya adalah sesuatu yang dapat menjaga dan memulihkan stabilitas kesehatanku. Aku menemukan satu kata yang menurutku tepat lalu mulai mengetiknya dalam kotak kosong: VITAMIN. Lalu aku meng-klik kotak kecil bertuliskan ‘continue’. Tiba-tiba muncul tulisan berwarna merah di atas kotak kosong yang aku isi tadi diawali dengan tanda silang yang berwarna merah pula: INCORRECT PASSWORD, PLEASE TRY AGAIN. Dan kotak kosong itu kembali kosong.
Aku memikirkan kata lain yang kuanggap tepat sesuai petunjuk Tuhan dan mulai mengetiknya: OBAT. Sekali lagi password yang kumasukkan ditolak mentah-mentah oleh software pemberian Tuhan. Dengan tetap bersemangat karena ingin segera memulihkan kesehatanku dan menjadi prima, aku terus berfikir keras. Sebuah kata berjalan mantap dalam otakku dan aku mulai mengetiknya: OLAHRAGA. Sekali lagi password-ku ditolak.
Aku sangat merindukan kondisi prima dan aku tak ingin gagal lagi memasukkan password. Kali ini aku harus hati-hati dan memikirkannya secara matang. Aku terenung cukup lama memikirkan, mencari kata paling tepat dan memasukkannya tiap kali pemikiranku memberiku sebua kata kunci yang kurasa tepat.
DOKTER, gagal. Aku merenung lagi. TERAPI, gagal lagi. Merenung lagi. MAKAN, GIZI, ISTIRAHAT, SUPLEMEN, FITNES, JAMU, SUNTIK, PERIKSA, SUSU, PIJAT, REKREASI, SPA, SEMEDI, DUKUN, ION, semua telah kucoba masukkan namun semua telah pula ditolak dan tulisan berwarna merah itu terus saja muncul tanpa bosan.
Tak terasa sudah dua hari aku berjuang. Sebuah perjuangan yang hanya jadi sia-sia. Tubuhku semakin lunglai saja rasanya. Aku mulai merasakan kejengkelan pada software yang satu ini. Software sialan ini tak tahu betapa aku merasakan kondisi tubuh yang sangat tak mengenakkan ini. Betapa dua hari ini aku telah berusaha yang terbaik untuk menemukan password yang tepat. Begitu jengkelnya aku hingga akhirnya aku mulai mengumpat dan mengatai software itu. Kukerahkan semua kosakata dalam tiga bahasa yang aku kuasai yang sekiranya dapat melampiaskan kejengkelanku padanya.
“Mengapa kau mengumpat?”, kudengar sebuah suara dan aku begitu terkejut mendengarya. Software yang selama ini diam ternyata bisa bicara. Awalnya aku sedikit ketakutan, jantungku berdegup sangat kencang dalam dadaku yang kini hanya terbungkus kulit lesu. Namun aku bisa mengendalikannya dan kembali bernafas dengan irama yang wajar.
“Apa maksudmu”, aku balik bertanya.
“mengapa kau mengumpatku? Akan lebih baik bagimu memberiku password yang tepat”, jawabnya yang kurasakan lebih seperti penghinaan bagi usahaku.
“Menurutmu apa yang aku lakukan dua hari ini? Aku telah memberimu begitu banyak password namun tak satupun kau terima, dan sekarang kau malahan menanyakan kenapa aku tak memberimu password? Kau memang keterlaluan”, aku balik bertanya dengan harapan ia akan sadar telah membuat kondisi kesehatan semakin kritis.
“Ingat, aku adalah sarana yang diberikan Tuhan kepadamu agar kau kembali prima, bukan untuk menyulitkanmu. Lihatlah dirimu yang semakin kacau. Dirimulah yang menyulitkanmu, bukan aku”, jawabnya ketus.
“Jika kau ditugaskan membuatku kembali prima, mengapa tak kau terima saja password yang aku berikan? Bukankah aku telah memberimu banyak? Semuanya juga berhubungan dengan kesehatan. Bukankah begitu petunjuk Tuhan? Kau bisa pilih salah satu”, aku balik bertanya pada software aneh pemberian tuhan itu.
“Tak semudah itu. Kau boleh memberiku password sebanyak yang kau mau, itu hakmu. Tapi tak sembarang password dapat kuterima. Kukira Tuhan telah memberi tahumu bahwa hanya password yang tepat saja yang bisa membuatku bekerja dengan baik. Bayangkan jika aku menerima setiap passwordmu yang tidak tepat itu. Aku tak akan dapat mempersembahkan pekerjaan terbaikku kepadamu. Pekerjaanku yang tidak maksimal tak akan bisa membawamu ke kondisi prima. Bukan itu saja, pekerjaanku yang tak baik bisa saja merusak hardware yang kau punya, bahkan mungkin bisa merusak kepercayaan Tuhan kepadamu karena kau tidak menggunakanku yang merupakan pemberianNya dengan baik. Tentu kau tak ingin semua itu ter…
Gelap. Sunyi. Tenang sekali.
Penjelasan si Software sialan yang panjang lebar seperti dakwah membuatku mengantuk dan akhirnya tertidur. Ketika melihatku tertidur, software itu tersenyum bahagia. Ya, karena hanya satu kata yang ia butuhkan: TIDUR.
Ngijo, 9 maret 2010. 2:56

Senin, 01 Februari 2010

keledai itu

Keledai
Siapa bilang keledai tak akan jatuh dua kali di lubang yang sama? Siapa pula yang masih percaya pada pepatah lama itu? Bukan karena pepatah itu salah, bukan. Bukan pula karena pepatah itu bodoh, bukan. Tentu saja pepatah itu bermaksud mengajarkan kebaikan. Agar kita para manusia selalu berhati-hati dalam melangkah. Agar kita para manusia selalu belajar pada kesalahan dan tak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, dan tentu saja juga untuk ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Namun siapa yang bisa menjamin keledai tak akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya? Tak ada yang bisa, kurasa. Karena hidup bukan hanya tentang dua pilihan. Bukan hanya tentang benar atau salah, mau atau tidak mau, ada atau tidak ada, ataupun tentang ya atau tidak, kurasa. Hidup ini berliu-liku. Terlalu berliku-liku, kurasa. Liku-liku yang menawarkan terlalu banyak lubang yang membuat keladai tak lagi ingat lubang yang mana yang pernah membuatnya jatuh, kurasa. Oh…
Keledai bodoh itu berjalan menyusuri jalan yang berliku, sangat berliku itu. Ia berjalan mantap, seakan ia yakin dirinya tak akan jatuh di jalan itu. Atau setidaknya ia masih percaya pepatah lama itu, sehinga ia yakin sekalipun terjatuh kemudian jatuh lagi dan lagi, jatuh yang kedua akan berada di lubang yang berbeda dengan jatuh yang pertama, dan seterusnya. Langkahnya tegap, dadanya membusung, sepanjang perjalanannya di jalan yang berliku itu ia terus menoleh ke kanan dan ke kiri tersenyum seolah berkata “this is my way, the good way”. Sampai akhirnya salah satu kaki belakangnya terperosok sebuah lobang dan iapun terjatuh. Aneh memang kenapa kaki belakangnya yang terperosok sedang kaki depannya telah berhasil menghindari lubang itu.agak aneh memang tapi sekali lagi hidup bukan hanya tentang benar atau salah, mau atau tidak mau, ada atau tidak ada, ataupun tentang ya atau tidak, kurasa. Dalam jatuhnya, ia melihat sekuntum bunga mekar di tepi jalan. Iapun bangun mendekati bunga itu dan menciumnya. Ingin rasanya memetik bunga mekar itu namun tak dilakukannya. Dia berfikir bunga itu akan segera layu dan kering jika dipetik, kurasa. Keledai bodoh itu berjalan lagi. Kali ini langkahnya makin tegap, dadanyapun makin membusung, sepanjang perjalanannya ia terus menoleh ke kanan dan ke kiri tersenyum makin lebar seolah berkata “this is my way, the best way”. Sampai akhirnya salah satu kaki belakangnya terperosok sebuah lobang dan iapun terjatuh. Dalam jatuhnya, ia melihat sekuntum bunga mekar di tepi jalan.
Oh kasihan, kenapa harus keledai yang selalu terperosok, kenapa pula lubang itu yang selalu membuat keledai itu jatuh. Ataukah karena bunga? Oh…